Olimpiade Sains Nasional 2016: Integritas dan Prestasi

Olimpiade Sains Nasional 2016: Integritas dan Prestasi

Jakarta, Kemendikbud — Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-15 akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15 s.d 21 Mei 2016. OSN 2016 mengangkat tema “Membangun Integritas Melalui Prestasi Sains”. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, dalam tema tersebut mengandung dua kata kunci, yaitu integritas dan prestasi.

“Kita berharap melalui OSN ini bisa mendidik anak-anak untuk konsisten penuh kejujuran dalam melaksanakan lomba, meski selama ini tidak ditemukan kecurangan,” ujar Hamid saat gelar wicara dengan RRI Pro 3 FM di Studio Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Ia menuturkan, dalam sebuah kompetisi seperti OSN, selain mendorong anak-anak mengembangkan bakat sainsnya, proses kompetisi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Karakter tersebut antara lain kejujuran, sportivitas, mengakui keunggulan lawan, maupun mengakui kelemahan diri sendiri.

Hal itu juga diakui Wiji Purwanta, salah satu juri OSN 2016. Wiji mengatakan, salah satu aspek penilaian juri dalam OSN antara lain kompetensi pengetahuan dan kompetensi sikap. “Kita tidak bisa meninggalkan aspek sikap. Tetap harus dibina perilakunya agar anak-anak jadi anak yang berbudi pekerti luhur,” katanya.

Ada sembilan bidang keilmuan yang dilombakan dalam OSN tahun ini, yaitu matematika, fisika, kimia, komputer, biologi, ekonomi, kebumian, geografi, dan astronomi. Sebanyak 134 orang akan menjadi juri OSN 2016. Mereka berasal dari berbagai bidang ilmu di berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Wiji menuturkan, seperti halnya siswa yang menjadi peserta OSN, penetapan dewan juri untuk OSN juga dilakukan melalui proses seleksi. Selain berasal dari akademisi, ada juga juri yang berasa dari kalangan praktisi, misalnya juri untuk bidang ekonomi. “Juri OSN bidang ekonomi dari Bank Indonesia, juga ada praktisi ekonomi syariah. Selain itu ada juga simulasi perdagangan saham, jurinya orang-orang profesional dari Bursa Efek Indonesia,” tuturnya.

Sekitar 1.500 orang yang terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA, serta guru pendamping dan dewan juri, akan hadir di Palembang, pada 15 s.d 21 Mei 2016. Sebanyak 775 siswa yang menjadi peserta OSN merupakan hasil seleksi dari tingkat sekolah, lalu berlanjut ke olimpiade sains tingkat kabupaten/kota, dan kemudian lolos hingga olimpiade sains tingkat provinsi, sehingga berhak maju ke olimpiade tingkat nasional.

Olimpiade Sains Nasional merupakan ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA, yang diselenggarakan Kemendikbud sejak tahun 2002. Penyelenggaraan OSN diharapkan bisa memfasilitasi dan mengorbitkan anak-anak Indonesia yang memiliki bakat dalam sains di tingkat nasional, untuk kemudian bisa maju ke tingkat internasional.

Sumber: Laman Kemendikbud

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Style Switcher

Layout options
Header options
Accent Color Examples
Background Examples (boxed-only)
View all options →